Pencarian
Bahasa Indonesia
  • English
  • 正體中文
  • 简体中文
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Magyar
  • 日本語
  • 한국어
  • Монгол хэл
  • Âu Lạc
  • български
  • Bahasa Melayu
  • فارسی
  • Português
  • Română
  • Bahasa Indonesia
  • ไทย
  • العربية
  • Čeština
  • ਪੰਜਾਬੀ
  • Русский
  • తెలుగు లిపి
  • हिन्दी
  • Polski
  • Italiano
  • Wikang Tagalog
  • Українська Мова
  • Lainnya
  • English
  • 正體中文
  • 简体中文
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Magyar
  • 日本語
  • 한국어
  • Монгол хэл
  • Âu Lạc
  • български
  • Bahasa Melayu
  • فارسی
  • Português
  • Română
  • Bahasa Indonesia
  • ไทย
  • العربية
  • Čeština
  • ਪੰਜਾਬੀ
  • Русский
  • తెలుగు లిపి
  • हिन्दी
  • Polski
  • Italiano
  • Wikang Tagalog
  • Українська Мова
  • Lainnya
Judul
Naskah
Berikutnya
 

Baginda Raja Luy dari Kan, Bagian 2 dari 2

Details
Unduh Docx
Baca Lebih Lajut
Ya, Anda (Baginda Raja Luy) telah menyebutkan tentang Alam Baru Tim Qo Tu. Di Alam itu, kami menciptakan apa pun yang kami inginkan. Kami bahkan tidak perlu mencipta. Kami hanya memikirkan apa yang kami sukai, dan itu akan muncul di hadapan kami. Apakah itu sama seperti di Tanah Buddha spiritual Anda, Tuan?

“Oh, ya, ya, mirip, mirip. Kami menciptakan segala macam pemandangan, atau bunga, atau padang rumput, apa pun yang kami sukai. Semuanya berkilau dengan kegembiraan, kebahagiaan, dan cahaya terang. Kami semua menikmati apa yang kami ciptakan atau apa yang kami inginkan. Itu kehidupan yang sangat mudah. Dan jika kami ingin memiliki pemandangan baru di tempat yang sama, kami cukup memikirkannya, dan pemandangan itu menghilang, dan kami bisa mendapatkan pemandangan baru, atau hal-hal baru, atau bahkan kendaraan teknis baru jika kami mau, sehingga kami bisa mengunjungi planet lain, atau wilayah lain di pesawat kami sendiri.”

Wow, itu bagus sekali. Saya merindukan semua itu, Tuan. Ya, saya merindukan semua itu. Karena kekuatan kreatif semacam ini bukanlah sihir. Kita memegang kendali penuh, dan hanya untuk tujuan positif, dan hanya untuk kesenangan. Kita bahkan takkan pernah memikirkan hal negatif apa pun di Tanah kita. Apakah hal itu sama di alam Anda, Tuan? “Oh, ya, oh, ya. Di semua Tanah Buddha, semuanya seperti itu.” Wow, saya sangat bahagia – bahagia untuk warga Anda.

Apakah Anda berencana untuk tinggal sedikit lebih lama di Bumi kami yang sederhana ini, Tuan? Raja berkata, “Oh, tidak juga, karena kami juga harus pergi ke planet-planet lain untuk membantu sebisa mungkin di beberapa dunia lainnya yang bermasalah.” Oh, ya, ya, tentu saja, Tuan, tentu saja, Tuan. Kami berterima kasih kepada Anda untuk itu. Kami berterima kasih kepada Anda untuk itu. Semoga TUHAN memberkati Anda dan murid-murid spiritual, rakyat Anda, dengan berlimpah – selalu penuh berkah dan kebahagiaan serta peningkatan kekuatan dan bakat dan kekuatan spiritual untuk membantu yang lain juga, sepanjang waktu. Semoga TUHAN Memberkati Anda semua. Amin. Terima kasih, MAPA kami, TUHAN YANG MAHA Kuasa. Raja berkata, “Ya, kami datang ke sini untuk memberi selamat kepada Anda atas tugas Anda, tugas yang paling utama, yang paling hebat di seluruh Alam Semesta dan sejak sejarah umat manusia. Kami semua sangat hormat kepada Anda, mengasihi Anda, dan membantu Anda dengan segala cara yang kami bisa untuk menolong dunia ini.”

Oh, Tuan, terima kasih. Tolong jangan terlalu merendah. Tidak perlu memberi hormat kepada saya. Saya hanyalah seorang pekerja lainnya di dunia ini sesuai dengan Kehendak dan Rahmat TUHAN. Kami sangat, sangat bahagia menerima Anda, penuh dengan berkah dari Anda dan penuh dengan kasih dari Anda. Dan kasih Anda lebih dari cukup bagi saya. Dan dunia ini membutuhkan kasih Anda. Jadi, berikanlah sebanyak yang Anda bisa agar makhluk-makhluk di planet ini menjadi lebih terangkat, siap menerima lebih banyak Rahmat TUHAN, dan siap pulang ke Rumah, siap dibebaskan dari segala penderitaan selamanya. Demikianlah jadinya, dalam Nama TUHAN Yang MAHA Kuasa. Amin. Terima kasih, TUHAN-ku. Terima kasih, TUAN.

“Kami datang membawa hadiah sederhana untuk Anda, Sang Buddha Maitreya, Tuan.” Wow! Wow! Ya TUHAN! Hanya untuk saya? Bisakah ini juga untuk orang-orang saya dan orang-orang di dunia ini? “Tidak, Tuan. Tidak, tidak, Baginda, maaf. Ini hanya untuk Anda, Sang Buddha Maitreya, Kristus pada masa ini di waktu Bumi. Tak ada satu pun dari mereka yang mampu menerimanya. Ini terlalu kuat.” Baik, Tuan, saya dengan rendah hati mengucapkan terima kasih kepada Anda. Dan saya berharap saya bisa memakainya dengan baik demi siapa pun yang membutuhkannya, tak hanya di planet ini, tapi di mana pun, bahkan di neraka sekalipun. Raja berkata, “Baiklah, baiklah. Anda dan hati Anda yang dermawan selalu menyentuh kami dan semua makhluk.” Lalu saya berkata, “Itu semua adalah Kehendak TUHAN, Tuan. Itu semua adalah Kehendak TUHAN dan Rahmat TUHAN. Saya dengan tulus dan rendah hati mengucap syukur kepada TUHAN kita.”

(Sesuatu terjadi di tengah dialog, dan Guru harus mengurusnya, sehingga percakapan antara kedua Raja terhenti sejenak.) Tuan, maafkan saya. Saya butuh beberapa saat untuk mengurus pekerjaan yang sangat pribadi dan penting. Bukan pribadi bagi saya sendiri, maksud saya anggota tim saya, beberapa hal. Saya akan kembali dalam satu menit, Tuan. Maaf, Baginda Raja Luy, butuh waktu lebih dari satu menit. Maafkan saya.

Tuan, apakah ada hal lain yang ingin Anda sampaikan kepada kami? Raja berkata, “Oh, tidak apa-apa. Sebenarnya tidak banyak yang bisa saya sampaikan kepada Anda. Anda sudah mengetahui segalanya dan Anda telah dianugerahi kemampuan ekstra, berbagai macam kualitas unggul untuk dapat mengetahui lebih banyak daripada yang seharusnya sudah Anda ketahui secara normal. Hanya saja, melalui percakapan kita, kita hanya membicarakan berbagai hal, bukan berarti saya bisa mengajari Anda apa pun. Anda adalah Raja dari Para Raja dari Para Raja dari Para Raja. Anda Maha Mengetahui, Maha Melihat, Maha Mendengar, Maha Memahami. Hanya saja, Anda dengan ramah mengajukan pertanyaan apa pun kepada kami atau siapa pun. Itu hanya agar orang-orang Anda mengetahui lebih banyak tentang hal itu. Anda selalu merendahkan diri seperti ini, tetapi kami mengerti dan kami selalu menaati apa pun yang Anda minta.” Terima kasih, Tuan, terima kasih, Tuan. Terima kasih, Tuan. Saya tidak pernah menganggap diri saya seperti yang Anda katakan.

Raja Luy berkata, “Sekarang kami ingin memberikan hadiah kepada Anda. Ini bersifat rahasia. Dan kami juga akan berusaha membagikan beberapa berkah kepada semua orang Anda dan orang-orang di dunia.” Oh, seribu terima kasih, seribu terima kasih, Baginda, seribu terima kasih. Maka Raja menyerahkan hadiah itu kepada saya secara pribadi dan dalam keheningan, secara rahasia. Saya mungkin tidak bisa mengungkapkannya kepada kalian. Sekalipun saya mengatakan sesuatu, kalian tidak akan mengerti dan tidak akan bisa menggunakannya. Jadi, kita menjaganya sebagaimana Raja Luy menghendakinya. Saya sudah tanya Baginda Raja Luy berapa lama waktu yang dibutuhkan agar hadiah ini sampai kepada saya. Dia berkata, “Tidak butuh waktu. Sudah Selesai.” Wow, wow. Anda sungguh hebat, Tuan. Terima kasih banyak, Baginda, Raja Luy. Anda sangat murah hati, sangat baik, dan sangat penuh kasih. Terima kasih, terima kasih. Saya akan menggunakan hadiah ini secara benar dan tepat, sebagaimana Anda kehendaki. Terima kasih selamanya, Tuan. Terima kasih, terima kasih.

“Dan sekarang kami ingin mengucapkan selamat tinggal kepada Anda, sampai jumpa lain kali, mungkin, kapan pun itu. Jika Anda membutuhkan kami untuk apa pun, silakan panggil nama saya dan saya akan hadir untuk membantu Anda kapan pun dibutuhkan.” Oh Tuan, seribu terima kasih lagi. Anda begitu baik, begitu baik. Semoga TUHAN senantiasa memberkati Anda lebih dari apa pun yang pernah Anda berikan kepada siapa pun di planet Anda, maupun di tempat lain. Semoga Anda senantiasa sangat kuat dan semakin berkuasa. Semoga seluruh rakyat Anda diberkati melimpah dalam Rahmat TUHAN. Amin. Kami berterima kasih kepada-Mu, MAPA kami, satu-satunya Orang Tua kami. Terima kasih, TUAN.

Dan selama Anda masih berada di planet kami untuk beberapa hari lagi, nikmatilah hanya yang terbaik dari dunia kami. Amin. Kami sangat berharap dapat bertemu Anda lagi, jika tidak di kehidupan ini, maka di kehidupan selanjutnya. Jika bukan di planet ini, maka di planet lain, Tuan. Kita adalah sahabat selamanya. Saya berharap semua Buddha akan selalu menerima saya sebagai sahabat. Mereka melakukan itu dan saya tahu itu dan saya bersyukur selamanya. Semoga Anda selalu dalam keadaan baik, Tuan. Semoga rakyat Anda selalu dalam keadaan baik juga. Amin.

Itulah percakapan dengan Baginda Raja Buddha Luy. Setelah saya menyelesaikan pertemuan batin lainnya dengan Yang Mahakuasa, Sang Tritunggal, dan Raja Perdamaian, kemudian saya harus melakukan pertemuan dialog dengan Baginda Raja Luy, yang alam spiritual-Nya berjarak miliaran, miliaran, dan miliaran tahun cahaya dari kita. Saya bisa saja menanyakan angkanya, tapi saya rasa kalian sudah bisa menebaknya. Jaraknya sangat jauh dari kita. Saya hanya tidak ingin terus mencatat angka-angka itu lagi – jadi, bermiliar-miliar tahun cahaya jauhnya dari kita. Dan kita sangat bersyukur bahwa Dia mengunjungi planet kita dengan banyak Berkah dan saya secara pribadi bersyukur atas hadiah pribadi yang Dia berikan kepada hidup saya. Tapi bagaimanapun, saya bisa memakainya untuk tujuan mulia. Jadi tidak apa-apa, pribadi atau bukan. Tidak apa-apa, apakah itu hadiah pribadi atau bukan. Lagi pula, itu semua demi kebaikan semuanya.

Jadi, sampai jumpa untuk saat ini. Saya sangat senang bisa berbicara dengan Raja Luy setelah tertunda begitu lama, selama berhari-hari. Kalian sudah tahu. Saya sangat senang. Saya tak menyangka bisa berbicara dengan dua Raja dalam dua hari. TUHAN pasti telah melimpahkan banyak, banyak Berkah dan Rahmat sehingga pertemuan kami bisa terlaksana lebih awal. Dan semuanya berjalan sangat lancar. Kami bersyukur kepada-Mu, TUAN, TUHAN kami, satu-satunya Orang Tua kami Yang MAHA Kuasa. Terima kasih, TUAN. Semoga Engkau selalu dalam keadaan baik, bahagia, dan bangga dengan anak-anak-Mu.

Para pekerja Supreme Master Television yang terkasih, Saya selalu bersyukur kepada kalian dan selalu mencintai kalian. Saya mengirimkan kepada kalian percakapan antara Baginda Raja Buddha Luy dan saya ini. Kalian tak perlu terburu-buru karena kalian memiliki Berita Terbaru lainnya yang perlu diurus. Belakangan ini, saya memberi kalian lebih banyak pekerjaan, karena saya memberi tahu kalian semua hal yang saya lakukan – yah, sebagian besar hal yang saya lakukan – kecuali beberapa hal yang tidak boleh saya ungkapkan. Jadi kalian tidak merasa tertekan. Kalian cukup menerimanya, menyimpannya, dan mengerjakannya saat kalian punya waktu karena ini bagus untuk dikirimkan kepada kalian. Jika tidak, saya mungkin lupa mengirimnya atau kehilangan ini, seperti percakapan dengan Raja Puse. Baiklah, saya ucapkan terima kasih. Dan semoga kalian semua mendapatkan lebih banyak pencerahan, lebih banyak Energi, lebih banyak Berkah, lebih banyak Rahmat dari Orang Tua Yang MAHA Tinggi, TUHAN Yang Mahakuasa, sehingga kita bersama-sama bisa melayani misi-NYA di Bumi. Terima kasih semuanya. Dan kami bersyukur kepada TUHAN Yang Mahakuasa atas segala yang kami punya. Amin.

Photo Caption: “Syukur Pada TUHAN Atas Bulan yang Ramah. Kami Membutuhkan-Mu di Kegelapan Ketika Siang Hari Tak Kunjung Datang!”

Unduh Foto   

Tonton Lebih Banyak
Semua bagian (2/2)
1
Antara Guru dan Murid
2026-08-26
2422 Tampilan
2
Antara Guru dan Murid
2026-08-27
2357 Tampilan
Tonton Lebih Banyak
Video Terbaru
Kata-kata Bijak
2026-08-27
1214 Tampilan
Veggie Elite
2026-08-27
781 Tampilan
Antara Guru dan Murid
2026-08-27
2356 Tampilan
Berita Patut Disimak
2026-08-27
8590 Tampilan
34:16
Berita Patut Disimak
2026-08-26
918 Tampilan
Kata-kata Bijak
2026-08-26
1283 Tampilan
Antara Guru dan Murid
2026-08-26
2422 Tampilan
Bagikan
Bagikan ke
Lampirkan
Mulai pada
Unduh
Mobile
Mobile
iPhone
Android
Tonton di peramban seluler
GO
GO
Aplikasi
Pindai kode QR, atau pilih sistem telepon yang tepat untuk mengunduh
iPhone
Android
Prompt
OK
Unduh